
Pernyataan Jimly soal Walk Out Refly Harun
Jimly Asshiddiqie menilai tindakan walk out tersebut sebagai bentuk aktivisme yang konsisten. Menurutnya, para aktivis sering kali menggunakan cara simbolik untuk menunjukkan ketidaksetujuan terhadap proses yang dianggap tidak sesuai harapan. Oleh karena itu, ia menghargai sikap Refly Harun dan rekan-rekannya.
Selain itu, Jimly juga menegaskan bahwa ruang dialog tetap harus terbuka. Ia mengatakan bahwa ketegangan dalam forum publik adalah hal wajar selama tujuan akhirnya adalah perbaikan institusi. Karena itu, ia mendorong semua pihak agar tetap menjaga komunikasi, terutama dalam isu yang menyangkut kepentingan publik seperti reformasi kepolisian.
Makna Walk Out bagi Proses Reformasi
Pengamat menilai aksi walk out ini memberi tekanan moral kepada Komisi Reformasi Polri. Tindakan tersebut menandakan adanya tuntutan kuat agar proses reformasi berlangsung lebih transparan dan akuntabel. Selain itu, walk out dianggap sebagai sinyal bahwa publik menginginkan perubahan yang nyata, bukan hanya sekadar diskusi formal tanpa hasil konkret.
Dengan adanya aksi tersebut, berbagai kelompok masyarakat mulai memperluas pembahasan mengenai kualitas pengawasan institusi negara. Banyak pihak berharap komisi segera meninjau kembali mekanisme kerja, terutama terkait transparansi rapat dan akuntabilitas internal. Karena itu, walk out Refly Harun Cs dipandang memiliki dampak politik yang cukup signifikan.
Di sisi lain, beberapa aktivis menyebut langkah itu sebagai bentuk peringatan agar komisi tidak mengabaikan masukan publik. Mereka menilai bahwa reformasi kepolisian hanya akan berhasil jika prosesnya terbuka, inklusif, dan berbasis data. Dengan demikian, aksi walk out menjadi simbol penegasan bahwa partisipasi masyarakat harus dihargai.
Baca juga: Jimly Asshiddiqie — Wikipedia
