KM Putri Lancar Samudera Tenggelam: 8 ABK Selamat, 10 ABK Dalam Pencarian
Ruang Luwuk – KM Putri Lancar Samudera yang mengangkut 18 awak kapal (ABK), mengalami kecelakaan tragis di perairan Selat Sunda pada 15 Desember 2025. Kapal yang berlayar dari pelabuhan di Lampung menuju Jakarta tenggelam setelah dilaporkan mengalami kerusakan di tengah laut. Kejadian ini menimbulkan kepanikan di kalangan para ABK dan memicu upaya pencarian intensif dari pihak berwenang.
Saat ini, 8 ABK dinyatakan selamat setelah berhasil dievakuasi oleh kapal patroli yang kebetulan melintas di area tersebut. Namun, 10 ABK lainnya masih dalam pencarian. Tim SAR gabungan dari Basarnas, TNI AL, dan Polairud tengah melakukan pencarian menggunakan kapal patroli dan helikopter, meskipun kondisi cuaca di lokasi cukup buruk dengan gelombang tinggi dan angin kencang.
Kronologi Kejadian: Kapal Tenggelam di Tengah Laut
Menurut informasi yang dihimpun dari beberapa sumber, KM Putri Lancar Samudera mengalami kebocoran di lambung kapal sekitar pukul 02.00 WIB, yang menyebabkan air masuk ke ruang mesin dan kamar-kamar kapal. Tidak lama setelah kebocoran itu, kapal mulai miring dan akhirnya tenggelam dalam waktu kurang dari satu jam. Para ABK yang masih berada di kapal segera melakukan evakuasi dengan menggunakan pelampung dan sekoci yang tersedia.
Salah satu ABK yang berhasil selamat, Rizal (32), menceritakan bahwa saat kapal mulai miring, mereka semua berusaha menuju bagian dek yang lebih tinggi untuk menyelamatkan diri. “Kami semua panik. Tapi kami masih sempat menggunakan pelampung dan beberapa sekoci untuk keluar dari kapal. Kami sempat melihat kapal tenggelam begitu cepat,” ujarnya melalui sambungan telepon.
Setelah kapal tenggelam, sebagian dari ABK yang selamat terapung di laut selama beberapa jam sebelum akhirnya ditemukan oleh kapal patroli yang sedang berpatroli di sekitar perairan Selat Sunda.
Baca Juga: Bantuan PT KLS Dorong Pembangunan Toili
Upaya Pencarian: Tim SAR dan TNI AL Terjun Langsung
Setelah menerima laporan tentang tenggelamnya kapal KM Putri Lancar Samudera, Basarnas segera mengerahkan tim pencari yang terdiri dari personel SAR, TNI Angkatan Laut, dan Polairud. Beberapa kapal patroli dan helikopter juga dikerahkan untuk memperluas area pencarian.
Koordinator SAR Jakarta, Andi Syahputra, mengatakan bahwa pencarian difokuskan di sekitar titik tenggelamnya kapal, yang terletak sekitar 15 mil dari Pantai Anyer, Banten. “Kami masih terus mencari 10 ABK yang masih hilang. Cuaca buruk dengan gelombang tinggi menjadi tantangan besar dalam pencarian ini,” kata Andi, dalam keterangan pers.
Proses pencarian juga dipantau oleh pihak keluarga dari ABK yang hilang. Mereka berharap tim SAR dapat menemukan orang-orang tercinta mereka dalam kondisi selamat.
Penyebab Kecelakaan: Kemungkinan Kerusakan Mesin atau Cuaca Buruk
Pihak berwenang belum dapat memastikan penyebab pasti dari kecelakaan ini.Tidak lama setelah itu, kebocoran air mulai terjadi, yang memperburuk situasi.
“Sepertinya mesin rusak dulu, lalu air mulai masuk ke dalam kapal. Kami tidak bisa berbuat banyak karena kapal mulai miring begitu cepat. Mungkin kerusakan mesin itu yang menyebabkan kapal tenggelam,” ujar Budi Santoso (28), salah satu ABK yang berhasil selamat.
Sementara itu, beberapa ahli menyebutkan bahwa faktor cuaca buruk di perairan Selat Sunda juga dapat menjadi penyebab. Gelombang tinggi yang disertai angin kencang dapat memperburuk kerusakan kapal dan mempercepat tenggelamnya KM Putri Lancar Samudera.
Evakuasi Korban dan Kondisi ABK yang Selamat
Menurut Joko Prasetyo, salah satu petugas medis yang terlibat dalam proses evakuasi, kondisi para ABK yang selamat umumnya stabil meskipun beberapa di antaranya sempat terjebak dalam kondisi terombang-ambing di laut selama beberapa jam. “Mereka cukup trauma, tapi secara fisik tidak ada yang mengalami cedera serius,” jelas Joko.
Pencarian Masih Berlanjut: Harapan dan Doa Keluarga
Sementara itu, keluarga dari 10 ABK yang masih hilang terus menunggu kabar dengan cemas. Pihak keluarga telah berkumpul di posko SAR di Pantai Anyer dan beberapa lainnya telah berangkat menuju pelabuhan Merak untuk menunggu kedatangan tim pencarian.
“Ibu saya masih hilang, saya harap tim SAR segera menemukannya. Kami sangat berharap dia bisa selamat,” ujar Ibu Fitri, salah satu keluarga korban yang sedang menunggu di posko pencarian. Menurutnya, meskipun ada rasa cemas, ia tetap optimis bahwa tim SAR akan berhasil menemukan para ABK yang hilang.
Masyarakat juga menunjukkan solidaritas dengan mengadakan doa bersama dan menggalang dukungan untuk keluarga korban. Beberapa organisasi sosial setempat turut memberikan bantuan berupa makanan dan minuman untuk para keluarga yang menunggu di lokasi pencarian.
KM Putri Lancar Samudera Evaluasi Keamanan dan Protokol Laut
Kejadian tenggelamnya KM Putri Lancar Samudera ini kembali menyoroti pentingnya aspek keselamatan pelayaran dan pengelolaan kapal di Indonesia. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan bahwa pihaknya akan segera melakukan evaluasi terhadap aspek keselamatan kapal-kapal yang beroperasi di perairan Indonesia.
“Kami akan melakukan audit keselamatan terhadap kapal-kapal yang beroperasi, terutama yang melayani rute-rute yang padat seperti di Selat Sunda. Ini penting agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan,” kata Budi Karya Sumadi dalam konferensi pers.
Selain itu, pemerintah juga berencana untuk memperketat pengawasan terhadap kapal-kapal yang sudah berusia tua dan sering beroperasi di perairan yang rawan cuaca buruk. “Perawatan kapal dan kelayakan operasionalnya harus dipastikan, agar kecelakaan yang dapat merugikan nyawa manusia dapat dihindari,” tambahnya.
Kesimpulan: Pembelajaran dari Kecelakaan Laut KM Putri Lancar Samudera
Kecelakaan tenggelamnya KM Putri Lancar Samudera memberikan pelajaran penting tentang pentingnya keselamatan pelayaran, pemeliharaan kapal, dan kesiapan menghadapi cuaca buruk di laut.
Di sisi lain, tragedi ini menjadi momentum bagi pihak berwenang untuk lebih memperhatikan faktor keselamatan pelayaran dan meningkatkan standar operasional di industri perkapalan.





