Ruang Luwuk — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Luwuk bekerja sama dengan Balai Kesehatan Kelamin (BKK) Palu menggelar kegiatan pemeriksaan HPV DNA dan cek kesehatan gratis bagi warga binaan, Jumat (8/11/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan derajat kesehatan di lingkungan pemasyarakatan, khususnya dalam pencegahan penyakit menular dan deteksi dini kanker serviks.

Cegah Penyakit Menular dan Kanker Serviks
Kepala Lapas Luwuk, Sukardi, A.Md.IP., S.H., M.H., mengatakan bahwa kegiatan pemeriksaan ini menjadi langkah nyata dalam mendukung program kesehatan nasional di bidang pencegahan penyakit menular seksual (PMS) dan kanker.
Baca Juga : Ditjenpas Perkuat Sinergi Pegawai lewat Capacity Building
“Kami menyadari pentingnya menjaga kesehatan warga binaan, terutama bagi perempuan yang rentan terhadap infeksi HPV. Dengan kerja sama ini, kami berharap deteksi dini dapat dilakukan agar penanganannya lebih cepat dan tepat,” ujar Sukardi.
Pemeriksaan HPV DNA dilakukan kepada puluhan warga binaan perempuan, sementara warga binaan laki-laki mendapatkan layanan pemeriksaan umum seperti cek tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan konsultasi kesehatan.
Dukungan dari BKK Palu
Kepala Tim Medis BKK Palu, dr. Nuraini, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari kampanye nasional pencegahan kanker serviks dan peningkatan kesadaran terhadap kesehatan reproduksi.
“HPV DNA adalah pemeriksaan penting untuk mendeteksi adanya infeksi virus penyebab kanker serviks. Kami ingin memastikan bahwa seluruh perempuan, termasuk warga binaan, memiliki akses yang sama terhadap layanan kesehatan,” terang dr. Nuraini.
Ia menambahkan, hasil pemeriksaan akan dikonsultasikan langsung dengan tim medis. Dan jika ditemukan indikasi, maka akan dilakukan rujukan lanjutan ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap.
Antusias Warga Binaan dan Komitmen Lapas
Kegiatan yang berlangsung di aula Lapas Luwuk ini disambut antusias warga binaan. Mereka tampak bersemangat mengikuti pemeriksaan, bahkan beberapa menyatakan baru pertama kali mendapatkan layanan kesehatan menyeluruh seperti ini.
Sukardi menegaskan, pihaknya akan terus menggandeng berbagai instansi kesehatan untuk menghadirkan layanan serupa secara rutin.
“Kesehatan adalah hak semua orang, termasuk warga binaan. Kami berkomitmen menjadikan Lapas Luwuk sebagai lingkungan yang sehat, aman, dan humanis,” ujarnya.
Sinergi untuk Pemasyarakatan Sehat
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari implementasi program. Pemasyarakatan Sehat” yang digalakkan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kementerian Hukum dan HAM.
Melalui sinergi dengan lembaga kesehatan seperti BKK Palu. Lapas Luwuk berharap upaya ini dapat meningkatkan kesadaran hidup sehat serta menekan risiko penyakit menular di lingkungan pemasyarakatan.





