, ,

Lapas Luwuk Terima Ratusan Buku dari Perpusnas, Perkuat Budaya Literasi Warga Binaan

oleh -88 Dilihat
oleh

Ruang Luwuk – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk kembali memperkuat komitmennya dalam meningkatkan budaya literasi di lingkungan warga binaan. Hal ini ditandai dengan diterimanya bantuan ratusan buku bacaan dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI), awal pekan ini.

Perpusnas RI Salurkan 100 Buku ke Lapas Banyuwangi, Perkuat Literasi Warga  Binaan - Banyuwangi Hits
Lapas Luwuk Terima Ratusan Buku dari Perpusnas, Perkuat Budaya Literasi Warga Binaan

Bantuan tersebut diterima langsung oleh pihak Lapas dan diserahkan untuk menambah koleksi perpustakaan internal yang selama ini menjadi ruang belajar bagi warga binaan. Buku-buku yang diberikan beragam, mulai dari literatur umum, buku motivasi, agama, keterampilan, pengetahuan dasar, hingga bacaan fiksi yang ringan dan edukatif.

Baca Juga : Dukung Literasi, Perpustakaan Nasional Berikan Bantuan 100 Buku ke Rutan Baturaja

Kepala Lapas Kelas IIB Luwuk menyampaikan bahwa bantuan tersebut sangat berarti dalam mendukung program pembinaan, khususnya dalam pengembangan wawasan dan kemampuan literasi warga binaan.


Dukungan Perpusnas untuk Pembinaan Berkelanjutan

Pihak Perpusnas RI menegaskan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari program nasional dalam meningkatkan akses literasi di berbagai lapisan masyarakat, termasuk di lembaga pemasyarakatan. Menurut mereka, membaca adalah salah satu cara efektif untuk membentuk pola pikir positif. Dan membuka peluang keterampilan bagi warga binaan ketika kelak kembali ke masyarakat.

“Kami berupaya menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga binaan pemasyarakatan. Buku adalah jendela ilmu, dan semua orang berhak mendapat kesempatan untuk belajar,” ujar perwakilan Perpusnas dalam keterangan tertulis.

Kerja sama antara Perpusnas dan berbagai Lapas Se Indonesia telah rutin melakukan untuk mendukung pembinaan mental, sosial, dan pengetahuan warga binaan.


Warga Binaan Antusias, Ruang Baca Semakin Hidup

Penambahan ratusan buku baru ini disambut antusias oleh warga binaan. Banyak dari mereka memanfaatkan waktu senggang untuk membaca di perpustakaan Lapas, yang kini memiliki koleksi lebih variatif dan menarik.

Menurut petugas pembinaan, minat baca di kalangan warga binaan cukup tinggi. Literasi  sebagai sarana untuk mengurangi stres, meningkatkan kepercayaan diri, dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis.

“Kami melihat peningkatan signifikan dalam pemanfaatan perpustakaan. Buku-buku baru ini semakin menghidupkan suasana belajar dan menambah pilihan bacaan yang bermanfaat,” ujar salah satu petugas.


Komitmen Lapas Luwuk Tingkatkan Program Literasi

Lapas Luwuk menegaskan bahwa mereka akan terus memperluas program. Literasi melalui kegiatan seperti kelas baca, diskusi buku, pelatihan menulis, serta program edukatif lainnya. Dukungan eksternal seperti bantuan buku dari Perpusnas menjadi dorongan kuat untuk menjaga keberlangsungan program tersebut.

Pihak Lapas juga berkomitmen menciptakan lingkungan pembinaan yang lebih kondusif dan humanis. Mereka percaya bahwa literasi adalah salah satu kunci penting dalam mempersiapkan warga binaan. Agar lebih siap menjalani kehidupan baru setelah masa hukuman selesai.

Dengan bertambahnya koleksi buku di perpustakaan Lapas. Berharap seluruh warga binaan semakin termotivasi untuk belajar, mengembangkan diri, dan memperbaiki masa depan melalui literasi.

Shoppe Mall

No More Posts Available.

No more pages to load.