Warga menyebut banjir rob tahun ini terjadi lebih sering dibandingkan tahun sebelumnya. Mereka meminta pemerintah segera membangun tanggul permanen untuk melindungi kawasan pesisir yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.
Seorang warga mengungkapkan bahwa banjir rob biasanya muncul saat cuaca ekstrem dan bulan purnama. Namun, dalam beberapa bulan terakhir, pasang air laut terjadi lebih sering dan membuat warga kesulitan melakukan aktivitas harian.
Pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banggai sudah menurunkan tim untuk memantau kondisi lapangan. Mereka memastikan akan menyiapkan langkah darurat jika ketinggian air bertambah.
BPBD juga mengingatkan warga agar tetap waspada, terutama pada malam hari. Selain itu, pemerintah mengimbau masyarakat pesisir untuk memindahkan barang berharga ke tempat yang lebih tinggi dan memastikan instalasi listrik tetap aman.
Di sisi lain, akademisi dari Universitas Tompotika Luwuk menyatakan bahwa banjir rob berulang ini berkaitan dengan perubahan garis pantai dan naiknya permukaan air laut. Mereka menilai pembangunan tanggul menjadi solusi penting untuk jangka panjang.
Baca juga:
Profil Sulawesi Tengah
Warga berharap pemerintah pusat turut membantu pendanaan proyek tanggul mengingat lokasi pesisir Luwuk adalah jalur vital perdagangan dan pariwisata di Kabupaten Banggai.
Laporan dari: RUANG LUWUK
Kategori:
Luwuk,
Sulawesi Tengah,
Bencana Alam,
Berita Daerah


